You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jalan di Kolong FO Klender Rusak Parah
photo Nurito - Beritajakarta.id

Jl Raya Bekasi Rusak Parah

Kondisi Jl Raya Bekasi, arah Jatinegara di kolong flyover (FO) Klender, Cakung, Jakarta Timur, rusak parah. Alhasil, kerusakan jalan sepanjang 50 meter tersebut kerap memicu kemacetan.

Kalau pagi macet sekali. Banyak kendaraan memperlambat laju kendaraannya

Pantauan Beritajakarta.com, jalan di kolong FO Klender selain berlubang juga bergelombang. Sebagian kerusakan ini sudah ditutup warga menggunakan material bekas seadanya. Namun, kondisi tersebut justru menyebabkan jalan bergelombang dan sulit dilewati pemotor.

Herman (35), salah seorang warga setempat mengatakan, kerusakan jalan ini sudah terjadi lebih dari lima bulan. Namun hingga kini belum pernah ada perbaikan dari unit terkait.

Jalan Rusak di Terminal Bus Tanjung Priok Diperbaiki

Setiap pagi hari jalan rusak ini memicu kemacetan lalu lintas. Sebab kendaraan harus berjalan perlahan. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar jalan.

"Kalau pagi macet sekali. Banyak kendaraan memperlambat laju kendaraannya. Apalagi banyak PKL berjualan di pinggir jalan, jadi menambah parah kemacetannya," ujar Herman.

Warga maupun pengendara berharap agar jalan rusak ini segera diperbaiki. Sebab bila tidak diperbaiki, dikhawatrikan kerusakannya semakin bertambah parah.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1200 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1188 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye984 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye954 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye862 personBudhi Firmansyah Surapati